Obgyn = Obstetrics and Gynecology ato dalam bahasa Indonesia ditranslate menjadi Obstetri dan Ginekologi (Obgin) atau lebih mudahnya Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, cm biar lebih praktis ke depannya ak bakal sebut dengan Obgin…Stase Obgin adalah stase ketigaku, yang juga adalah stase besar pertamaku…Stase besar? ya…karena waktu belajar di bagian ini cukup lama yaitu 8 minggu, lebih lama dibanding stase THT yang cm 3 minggu ato Jiwa yang hanya 4 minggu…tapi, aku baru menyadari 8 minggu belumlah cukup untuk mempelajari makhluk berjenis kelamin wanita ini….Yepp…di stase obgin ini jangan menyianyiakan waktu untuk mengidentifikasi jenis kelamin pasien, karena tentu yang memeriksakan diri ke bagian obgin adalah para wanita…kecuali ada pasien laki-laki yang saking polosnya, ato tersesat, ato memang iseng datang ke poli kandungan…perkecualian lagi bagi pasangan suami isteri yang belum dikaruniai anak, maka keduanya diperiksa oleh para ahli fertilitas dari bagian obgin ini.
Lanjut…bicara tentang kasus di bagian obgin ini…jangan salah ya…bukan cuma tentang ibu-ibu hamil…tapi juga kasus2 infeksi saluran kencing dan infeksi pada organ reproduksi, kasus tumor jinak dan kanker organ reproduksi, kontrasepsi, masalah menstruasi, hingga infertilitas alias kemandulan…
meski demikian luasnya bidang obgin ini, dan bahwa obgin adalah stase yang menuntut banyak keterampilan dalam melakukan berbagai tindakan, bagi kami para koass…tindakan yang sedari awal masuk obgin diincar adalah keterampilan menolong persalinan normal…ya karena wajib hukumnya bagi dokter umum untuk bisa nolong persalinan normal…mulai dari memeriksa kondisi ibu hamil, kontraksi rahimnya, letak bayi, kondisi bayi, memeriksa panggul, pembukaan dan kondisi jalan lahir…kemudian menolong bayi lahir, ari-ari, hingga “membereskan” dampak persalinan, seperti menjahit robekan jalan lahir, sampe mencuci peralatan yang dipake n mengepel lantai yang becek karena darah yang menggenang…
Selama di obgin, baru bener2 kerasa tu jaga kamar bersalin…unpredictable bgt bgt!!! pasien bisa datang dlm kondisi apapun…mulai dari pasien yang umur kehamilannya belum cukup tapi air ketubannya sudah keluar, hingga pasien yang bayi-nya sungsang n datang dalam kondisi kedua kaki bayi sudah berada di luar jalan lahir dan membiru karena terlalu lamanya proses persalinan…
Mengamati proses persalinan dari sejak pembukaan pertama, saat kontraksi masih jarang, hingga sedikit demi sedikit jalan lahir terbuka seiring kontraksi rahim yang dapat membuat si ibu berteriak menangis kesakitan…dan kemudian diikuti keluarnya si bayi perlahan-lahan dari dalam rahim…masyaalloh…betapa besar perjuangan seorang ibu…bercucur peluh, darah, air mata, urine, feses, air ketuban….demi mengantarkan anaknya ke dunia….
Hal-hal itu yang membuatku berpikir…andaikan setiap anak melihat proses kelahirannya, jika nuraninya masih ada, hampir pasti mereka tidak akan tega menyakiti perasaan ibunya…
Obgin pun mengajarkan banyak hal lain…bahwa privasi pasien harus harus dan harus dijunjung tinggi…betapa tidak…hampir tiap hari seorang dokter obgin pasti dihadapkan pada kasus berkenaan dengan alat kelamin seorang wanita…organ paling private bagi seseorang apalagi seorang wanita yang cenderung lebih sensitif…oleh karena itu di obgin diajarkan pula bagaimana kita harus bersikap, memeriksa pasien dengan penuh penghargaan, menjaga kerahasiaannya…
Juga tentang bagaimana menyampaikan kabar buruk bagi pasien…bayangkan saat seorang gadis berusia 22 tahun yang bahkan belum pernah punya pacar didiagnosis memiliki kista di kedua indung telurnya yang menjadikannya harus diangkat dengan konsekuensi dia tidak akan pernah punya anak…ato seorang ibu dengan 2 anak yang masih belia yang didiagnosis kanker leher rahim stadium 4 dimana kankernya sudah meluas ke berbagai organ lain dan untuk pengobatan dia harus menyediakan lebih dari Rp 25 juta…
Juga berbagai anekdot konyol selama praktek kliniknya…misalnya pada saat harus memeriksa seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang mengaku mengalami keputihan setelah ditelusuri dia ternyata sudah beberapa kali berhubungan seks dengan pacar dan temen-temennya…jadi sempat miris dalam hati…nona tapi sudah tidak gadis…ah, memang tidak semua nona tu gadis…
Obgin oh obgin…sejauh ini stase dimana ak paling banyak mendapat pengalaman klinis…partus normal bagai makanan sehari-hari, bayi sungsang, kembar, seksio caesarea yang seringkali kontroversial (baca blog-ku sebelumnya tentang seksio caesarea), kuret pasien keguguran, operasi tumor indung telur, Pap’s smear, …
Meski lega udah lewat…tapi sedih juga meninggalkan stase ini…pdhl di tes psikologi tentang peminatan n potensi spesialisasi, obgin tu berada di urutan 32 dari 32 spesialisasi yang dianjurkan untukku..but, anything can change…setidaknya obgin berhasil membuatku terkesan…makes so much differences in my point of view bout women…
Posted by: Yuda Hananta | July 17, 2008
O-B-G-Y-N
Advertisement
Posted in Tentang dokter dan pemikirannya
Recent Comments