Posted by: Yuda Hananta | January 6, 2009

Organizing My Life

Sebagian orang membiarkan hidupnya mengalir, tetapi sebagian yang lain mencoba merencanakannya dengan menyusun resolusinya, misalnya saat pergantian tahun seperti ini. Entah bagaimana masing2 memaknainya, tetapi bagiku pribadi, resolusi seperti ini memang diperlukan, meskipun masing2 punya moment khusus sebagai tonggak momen atau waktu2 tertentu, tidak harus selalu pada saat pergantian tahun. Ya, layaknya atlet renang yang perlu papan tolakan sebelum meluncur ke kolam, resolusi ini memacu kita lebih semangat menjalani hidup. Aku, cenderung adalah orang yang banyak berencana, tetapi seringnya kurang skematis, nah…momen seperti pergantian tahun ini yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun rencana hidup yang lebih skematis. Meskipun, maaf, sering dikatakan bahwa seorang muslim tidak boleh memaknai tahun baru masehi secara berlebihan (maaf, sekali lagi ini bukan bermaksud SARA, hanya saja itu pendapat banyak teman2ku yang muslim…), tetapi aku mencoba memaknai momen pergantian tahun ini dengan pikiran lebih terbuka. Jadi, inilah resolusiku untuk tahun 2009 :

1. Citra diri (wuih…bahasa psikologis ni, self-image)

Beberapa tahun terakhir, aku rasa tuntutan kedewasaan pada diriku semakin tak tertahankan, mengingat aku adalah laki-laki tertua di keluargaku juga gambaran profesiku nanti, so tahun 2009 ini, saat usiaku menginjak 23 tahun, aku sudah harus bisa menjadi seorang pria dewasa, bijak dan tegas dalam mengambil keputusan, tidak emosional, asertif, santun, dan bisa menyenangkan orang2 di sekitarku. Mulai dari terus mengembangkan pemikiran positif tentang segala sesuatu, tidak mudah panik dan cemas menghadapi masalah yang datang, dan menerima musibah atau cobaan dengan sabar.

Secara fisik, tentu maturitas sudah kucapai dunk…hehe, hanya saja beberapa tahun terakhir aku bermasalah dengan berat badan, yang mulai terasa semakin kusadari memang merupakan sebuah masalah dalam 1 bulan terakhir. Berat badan berlebih membuatku kurang energik, dan mengingat riwayat kesehatan ayahku yang kurang baik (NB : beliau kelebihan berat badan juga dan wafat karena serangan jantung), so aku memutuskan untuk mengatur kembali berat badanku supaya meminimalisir risiko yang tidak diinginkan. Aku pernah memiliki berat badan yang sangat ideal, dan aku rasa aku pasti bisa mencapainya lagi. Faktor terbesar yang menjadikan kelebihan berat badanku ini mungkin karena kegemaran berwisata kuliner. Masih akan kuteruskan si, hanya pengaturannya harus lebih baik, mengutamakan lidah bukan perut (btw, pak Bondan Winarno kan juga hanya icip2 di wisata kuliner, bukannya tukang makan yang rakus…).

Masih mengenai fisik ni, mengingat pertengahan tahun 2009 aku bakal memasuki stase ilmu penyakit kulit dan kelamin, maka aku berniat “membenahi” kondisi kulitku sendiri terlebih dahulu, supaya performa di klinik bisa optimal (ga lucu kan, jika ada pasien berkonsultasi tentang jerawat pada dokter yang jerawat di wajahnya lebih parah dari si pasien…). Atau setidak2nya selama di stase kulit-kelamin, aku bakal belajar banyak untuk menyembuhkan diriku sendiri…hehe…bukannya menjelma menjadi pria metroseksual dan terobsesi memiliki kulit terindah di Indonesia, hanya menjaga kesehatan dan penampilan untuk mendukung karir saja.

2. Akademik

Akhir tahun 2009 nanti, insyaalloh jika tidak ada halangan dan perubahan rencana, aku dan teman2 dokter muda angkatan 2004 sudah akan menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Untuk itu, supaya tidak molor waktunya, setiap stase yang aku jalani harus selesai tepat waktu pula. Harus menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak ada halangan sakit yang mengharuskan istirahat lama, ataupun proses di stase yang tertunda2 (misalnya ujian, keperluan administrasi, dll).

Di samping itu, aku ingin menata kembali rencana kuliah hukumku yang sempat bentrok dengan jadwal koasistensiku tempo hari. Masih optimis, sekalipun aku akan tertinggal dibandingkan teman2ku seangkatan di fakultas hukum, tetapi aku tetap harus menyelesaikannya. Sejauh ini targetnya adalah menyelesaikan mata kuliah, menjadwalkan lagi KKN dan memulai menyusun skripsi yang tertunda.

3. Keluarga

Tahun 2009 ini, semoga hubunganku dengan ibu dan adikku semakin erat, tidak ada permasalahan yang berarti, dan aku berharap adikku yang sedang menginjak masa adolesensnya bisa lebih terbuka denganku atau ibu sehingga critical periodnya ini bisa dilalui dengan baik.

4. Relasi Interpersonal

Istilahnya aneh ya?? hehe…maksudku hubunganku dengan seseorang yang paling kusayangi selain ibu dan adikku…biasanya banyak orang yang menyebutnya pacar, tetapi aku tidak biasa menyebutnya seperti itu. Tahun depan adalah tahun keempat, hubungan yang mulai cukup stabil tapi tetap saja ada tantangannya, terutama kejenuhan dan mungkin yang akan terjadi adalah jarak dan kesibukan masing2 yang memisahkan (ciee…hehe). Aku selalu beranggapan bahwa setiap hubungan itu ada naik-turunnya, rapat-renggangnya. Sehingga harapanku, tidak terlalu berlebihan, hanya semoga pada situasi apapun, naik atau turun, rapat atau renggang, masing2 dari kami diberi pikiran positif untuk dapat mencari jalan keluar dari segala permasalahan bersama dengan lebih bijak untuk kebahagiaan bersama.

5. Teman-teman

Dulu aku termasuk orang yang sangat senang berteman, berada di antara mereka, berbagi cerita dan keluhan dengan mereka, beraktivitas bersama, dll. Hingga kemudian aku menjadi pribadi yang “mandiri”, berusaha melakukan semuanya sendiri, menjaga jarak dan ketergantungan dari mereka. Sampai datang rasa sesal itu. Duaribusembilan…pengen comeback dengan teman-teman lama yang beberapa tahun ini merenggang…teman-teman kampung, teman-teman alumni pramuka SMP 8, teman-teman alumni SMA 1, dll…agak sedih rasanya, benar-benar kehilangan arti persahabatan dalam beberapa tahun ini. Aku hampir tidak percaya bahwa ada yang namanya sahabat, biasanya teman-teman kita pasang surut, datang dan pergi sesuai situasi yang mengharuskannya demikian (misalnya kesibukan pribadi, adanya pacar, jarak, komunikasi, konflik, dendam, dll). Semoga bisa “reunian” dengan semua teman2ku tahun 2009 ini.

So, we’ll see…apakah harapan2 dan rencana2 itu sekedar wacana…atau bisa terealisasi…pembuktiannya segera dilaksanakan…setiap keinginan, insyalloh, dengan niat dan usaha bisa kita wujudkan.

Advertisement

Responses

  1. 4 taon..??!! huwaaa..!! kalian berdua ketoke emang bener2 pasangan ideal banget..!! hampir selalu terkagum2 ama sepak terjang kalian mengartikan apa itu cinta.. *arrgh..!!*

  2. ndra, bukan masalah kuantitas kok…dan selama ini juga ga mulus2 terus kok, just like a roller coaster riding, scary but addictive, i’ve told u, remember? btw, miss u dude…how’s life?lama ga ada kabarnya…

  3. well,, se-enggak mulusnya,, dari luar kalian selalu keliatan serasi..! sumpah,, aku ngiri banged..!! huhu,,

    btw,, km ada fesbuk ndak to..?? baca lah status a.k.a shoutout ku di sana..! huehehe,,

  4. wah..yudha ini longdistance toh?hehe. btw akademiknya juga ambil hukum yach? mmm perkenalkan aku alumni hukum Ugm 2002-2006, kalo mau tanya2 about Law silahkan loh..monggo..heee

  5. yudh, aq dah pernah blg blm?

    aq salut bgt ma u

    koq u tetep down to earth after all this time

    bikin aq geleng2

    btw, bgus2 tuh resolusinya

    n bagian scary but addictive tu bener bgt

    bsk kalo reunian aq diajak ya

    see u


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.