<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yoedh's Words</title>
	<atom:link href="http://enamseptember.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enamseptember.wordpress.com</link>
	<description>stories to tell, ideas to share</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Feb 2009 10:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='enamseptember.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yoedh's Words</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://enamseptember.wordpress.com/osd.xml" title="Yoedh&#039;s Words" />
	<atom:link rel='hub' href='http://enamseptember.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lebam, Kaku, Busuk</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/02/14/lebam-kaku-busuk/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/02/14/lebam-kaku-busuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 10:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang dokter muda yang sedang menjalani kepaniteraan di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, 3 kata ini akan sangat akrab di telinga. Demikian pula padaku dan teman-teman kelompokku yang telah dengan sukses menuntaskan Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal (baca : Forensik) dengan memecahkan record : 2 minggu stase (14&#215;24 jam) berjaga menunggu panggilan tetapi tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=109&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi seorang dokter muda yang sedang menjalani kepaniteraan di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, 3 kata ini akan sangat akrab di telinga. Demikian pula padaku dan teman-teman kelompokku yang telah dengan sukses menuntaskan Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal (baca : Forensik) dengan memecahkan record : 2 minggu stase (14&#215;24 jam) berjaga menunggu panggilan tetapi tanpa otopsi sama sekali. Dati ketiga aspek itu dapat membantu kita memperkirakan waktu kematian seseorang. Lebam/livor mortis (lebam didapatkan pada jenazah, bedakan dengan memar yang didapatkan pada orang hidup) terjadi karena berhentinya peredaran darah saat seseorang meninggal sehingga darah menumpuk di pembuluh darah tepi dan akhirnya merembes ke jaringan. Kaku jenazah/rigor mortis, yang terjadi karena dipergunakannya cadangan energi tubuh untuk kontraksi otot, yang setelah cadangan energi habis si jenazah akan menjadi lemas. Pembusukan terjadi baik karena faktor mikroorganisme dari dalam tubuh maupun yang berasal dari luar tubuh.</p>
<p>Kedengarannya mengerikan ya? membicarakan kematian sebenarnya hanya salah satu hal yang kami pelajari di Bagian Forensik ini. Intinya di sini kami mempelajari penerapan ilmu kedokteran dalam penegakan hukum (Kedokteran Forensik) dan juga aspek hukum dalam bidang kedokteran (Medikolegal). Secara garis besar ada 4 area yang kami pelajari :</p>
<p>1. Medikoetikolegal, mempelajari aspek etika dan hukum dalam dunia kedokteran misalnya hak dan kewajiban dokter, sumpah dokter, transaksi terapeutik, informed consent, rekam medis, dll</p>
<p>2. Identifikasi Forensik, mempelajari cara mengidentifikasi jenazah dengan berbagai metode, dari pemeriksaan visual, golongan darah, sidik jari, gigi, tulang, hingga DNA.</p>
<p>3. Patologi Forensik, mempelajari pemeriksaan pada korban, baik pemeriksaan luar, mulai dari luka-luka hingga pemeriksaan organ.</p>
<p>4. Toksikologi Forensik, mempelajari penerapan ilmu toksikologi dalam bidang hukum, misalnya pemeriksaan alkohol darah, NAPZA, deteksi zat-zat beracun : arsen, sianida, dll.</p>
<p>Dan perlu diketahui bahwa kasus forensik tidak sekedar yang berkaitan dengan korban meninggal, kasus-kasus yang melibatkan korban hidup justru akan lebih banyak kami temui di masyarakat, misalnya pada penganiayaan, pemerkosaan, kecelakaan, dll.</p>
<p>Sejujurnya aku memang merasa lebih bersemangat untuk mempelajari hal-hal di bagian forensik ini dibanding di bagian lain (tanpa melupakan kewajiban dan kompetensi dokter umum lho, yang harus serba bisa&#8230;:)). Dari beberapa tahun terakhir ini, aspek medikolegal memang sangat aku minati. Tetapi yang mengherankan, ilmu kedokteran forensik boleh jadi adalah cabang ilmu kedokteran yang paling kurang diminati. Contohnya terlihat dari jumlah residen forensik yang saat ini sedang menempuh pendidikan dokter spesialis forensik di FK UGM-RSUP Dr. Sardjito hanya satu orang !!! (seorang wanita, dan kebetulan saat kami di forensik kemarin beliau sedang kurang sehat dan harus beristirahat sementara waktu).  Bandingkan dengan jumlah residen di Bagian Ilmu Penyakit Dalam yang tak kurang dari 60-an orang, atau di Bagian Ilmu Penyakit Mata yang meski sedikit, setidaknya setiap semester selalu ada 2-3 orang residen yang baru masuk. Dr. Hendro Widagdo, Sp.F salah satu staf pengajar kami pun menyatakan bahwa hal seperti itu bukan hanya terjadi di UGM ato di Indonesia saja, tetapi hampir di seluruh belahan dunia.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang kemungkinan melatarbelakangi hal ini :</p>
<p>1. Dari sisi ilmu yang dipelajari, tidak sedikit teman-teman dokter muda yang berpikir seperti orang awam, bahwa forensik hanya berkutat tentang kematian, yang dihadapi adalah jenazah. Sementara bidang ilmu kedokteran lain mungkin dianggap lebih menarik, paling tidak dianggap tidak hanya berkutat dengan orang mati.</p>
<p>2. Faktor ekonomi. Forensik boleh jadi memang bukan bidang yang bisa diandalkan untuk meraih harta sebanyak-banyaknya, setidaknya dibandingkan bagian lain. Misalnya kalau mau dihitung, seorang dokter Obgyn bisa menolong beberapa persalinan dalam sehari baik di rumah sakit ataupun di tempat praktik pribadinya, dengan setiap persalinan mendapat jasa sekitar beberapa ratus ribu, sehingga dia bisa mendapat beberapa juta dalam sehari. Bandingkan dengan dokter forensik, yang hanya bekerja untuk institusi rumah sakit, yang bahkan tidak setiap hari melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Entah faktor mana yang lebih berpengaruh, atau ada faktor lain yang jelas diakui memang bagian forensik hingga saat ini belum mendapat perhatian yang cukup dari teman-teman dokter muda, atau sekali lagi kusampaikan bahwa ada bagian lain yang mendapat perhatian lebih daripana ilmu kedokteran forensik.</p>
<p>Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagiku. Menurutku forensik adalah bidang ilmu kedokteran yang sangat menarik. Kita diajari memandang manusia secara utuh dan penghargaan terhadap hak asasinya yang setinggi-tingginya, bahkan hingga manusia itu meninggal dunia, memperjuangkan haknya dan keluarga ahli warisnya. Bukankah itu hakikat dari ilmu kedokteran? Bukankan Hippokrates, Bapak Ilmu Kedokteran kita, paling sering mendengungkan mengenai etika dan profesionalitas dalam dunia kedokteran, penghargaan setinggi-tingginya terhadap manusia? Di sini kita bisa belajar bekerjasama dengan berbagai profesi, bukan hanya profesi kesehatan, bukan hanya dokter, tetapi juga apoteker, antropolog, dokter gigi, parasitologist, psikiater, dsb. Berbagai profesi yang saling menunjang dan saling membantu dalam menuntaskan sebuah misi kemanusiaan.</p>
<p>Dan jika latar belakangnya adalah faktor ekonomi, sebenarnya sangat disayangkan. Memang, masing-masing orang memandang kebahagiaan hidup dengan tolok ukur masing-masing. Tetapi bagiku, kebahagiaan hidup hanya sedikit terkait dengan uang. Selama kita dapat mencukup kebutuhan sehari-hari dengan wajar, melakukan pekerjaan yang halal dan tulus serta bersungguh-sungguh dalam bekerja, maka insyaalloh kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya.</p>
<p>Dua minggu rasanya sangat singkat menjalani stase ini, ya karena aku senang selama di sini. Selain karena materinya yang seru di stase ini pula kami kemarin bertemu dengan teman-teman dokter muda dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Trisakti Jakarta, dan Universitas Tarumanegara Jakarta. Rasanya membuat kami membuka mata bahwa di luar sana ternyata kami punya banyak sekali kolega, atau kompetitor yak?? hehe&#8230;Bahkan, teman-teman kelompokku kemarin sempat membicarakan kemungkinan kami akan mengulang menjalani stase forensik setelah kami menyelesaikan 5 stase yang tersisa, bukan karena kami tidak lulus, tetapi karena kami ingin lebih mendalami ilmu ini&#8230;hehehe, keren kan?!</p>
<br />Posted in Tentang dokter dan pemikirannya  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=109&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/02/14/lebam-kaku-busuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skripsi</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/27/skripsi/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/27/skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 16:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika seorang mahasiswa pasti menghadapi situasi seperti yang dialami airen-ku beberapa hari terakhir. Perasaan senang bercampur tegang, dengan percikan antusiasme di antara kecemasan (wuih, aneh banget deskripsinya ya?). Perasaan itulah yang kurang lebih dirasakan saat seorang mahasiswa tengah mempersiapkan sidang pendadaran skripsinya. Yepp, besok, tepatnya hari Rabu tanggal 28 Januari 2009, boleh jadi hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=103&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika seorang mahasiswa pasti menghadapi situasi seperti yang dialami airen-ku beberapa hari terakhir. Perasaan senang bercampur tegang, dengan percikan antusiasme di antara kecemasan (wuih, aneh banget deskripsinya ya?). Perasaan itulah yang kurang lebih dirasakan saat seorang mahasiswa tengah mempersiapkan sidang pendadaran skripsinya. Yepp, besok, tepatnya hari Rabu tanggal 28 Januari 2009, boleh jadi hari yang paling dinantikan oleh airen-ku. Pada hari itu, segenap usahanya selama ini (selama penelitian, bahkan lebih luas lagi selama melaksanakan studi di kampusnya) akan diuji dalam sebuah sidang pendadaran skripsi. Sejak beberapa hari kemarin, meski dia sungguh berusaha menekannya, tetapi aroma kecemasan samar-samar tercium olehku, tentu saja&#8230;siapa lagi orang yang paling  memahami dirinya? setiap tatapan matanya, gerak tubuhnya, kata-katanya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hingga saat kami menghabiskan waktu bersama di Kedai Kopi petang tadi, aku semakin bisa melihat suasana hatinya. Aku tau dia orang yang pemberani, tidak akan gentar menghadapi situasi seperti ini. Tetapi aku tau pasti, momen inilah yang telah dinantikannya selama ini. Menyelesaikan pendidikan di salah satu kampus paling reputable di negeri ini tentu menjadi kebanggaan tak terkira, baginya dan tentu bagi keluarganya.</p>
<p>Skripsi, yang memiliki beberapa nama di beberapa kampus (misal Penulisan Ilmiah, Karya Tulis Akhir, Tugas Akhir, dll) dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, memang menjadi semacam kunci pembuka pintu gerbang bagi seorang mahasiswa untuk meninggalkan kampusnya. Dilihat dari prosedur pengambilan mata kuliah Skripsi tsb, contohnya ada kampus yang mensyaratkan Skripsi hanya boleh diambil jika mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh mata kuliahnya, ada kampus yang mengatur bahwa jika seorang mahasiswa mengambil mata kuliah skripsi maka dia tidak diperbolehkan mengambil mata kuliah lain, ada kampus yang mensyaratkan pendadaran baru bisa dilangsungkan jika semua nilai mata kuliah yang pernah di ambil sudah keluar, dan berbagai persyaratan lain yang garis besarnya menjadikan skripsi sebagai kegiatan pamungkas seorang mahasiswa di kampusnya.</p>
<p>Namun, sebenarnya, apakah kita (para mahasiswa) telah memahami benar maksud adanya mata kuliah Skripsi tsb? Memang benar sebagai kunci pembuka gerbang keluar dari kampus, senjata pamungkas selama kuliah, atau ada maksud lain? Sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada, mengertikah kita tentang maksud kampus menyatakan dirinya sebagai The World Class Research University? Research = penelitian, so apakah sebenarnya fungsi skripsi kita selama ini?</p>
<p>Sebagai mahasiswa fakultas kedokteran, yang maaf memang agak nyeleneh dibandingkan fakultas lain di lingkungan Universitas Gadjah Mada, maka saya sedikit mengalami perbedaan pandangan dan perasaan dalam menghadapi skripsi (termasuk sidang pendadaran di dalamnya). Di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK-UGM), pada masa saya masih mengikuti pendidikan S-1, kurang lebih periode 2004-2007, seorang mahasiswa sudah diperbolehkan menjalankan penelitian setelah mendapatkan materi Blok 13 : Medical Technology and Research Design pada semester 5, pada waktu itu penelitian sekaligus penyusunan laporan berupa skripsi serta pendadaran telah dapat dilakukan sementara saya terus menjalani materi perkuliahan yang tersisa. Hal itu menjadikan skripsi sebagaimana tugas mata kuliah lain, seperti layaknya menyusun laporan praktikum yang seringkali kami kerjakan. Karena sistem seperti itu, ada beberapa teman yang telah berhasil menyelesaikan skripsinya (sekaligus pendadaran, revisi, dll) pada semester 6, kebanyakan pada semester 7, dan beberapa memang terlambat. Sebagian teman mengerjakan skripsinya begitu cepat, hanya memerlukan 2-3 bulan, sebagian baru menyelesaikan setelah lebih dari satu tahun berkutat dengan skripsinya. Saya mulai merancang penelitian saya pada semester 6, tepatnya Januari 2007 dan kemudian menuntaskan pendadaran pada bulan Desember 2007&#8230;yah, kurang lebih 1 tahun untuk menyelesaikan skripsi saya (lama waktu ini termasuk di dalamnya waktu-waktu saat kemalasan datang berkunjung, saat dosen-dosen pembimbing sulit ditemui, dsb). Saya pribadi, meski tetap merasakan kecemasan bercampur antusiasme itu, namun sungguh tidak ada kesan yang membuat saya beranggapan bahwa &#8220;this is it!&#8221;, skripsi buat saya bukanlah akhir dari kegiatan akademik saya di pendidikan dokter. Pertama, karena memang, secara turun-temurun, dalam benak hampir semua mahasiswa kedokteran telah ditanamkan dogma bahwa pendidikan kedokteran tidak cukup berakhir dengan pendidikan sarjana namun haruslah dituntaskan dengan pendidikan profesi di klinik. Sehingga bahkan sebelum diwisuda pun, kami telah terlebih dahulu menjalani pendidikan profesi dokter (yang biasa disebut koasistensi). Skripsi menjadi semacam salah satu persyaratan saja untuk menjalani tahap pendidikan selanjutnya, banyak syarat-syarat lain : nilai-nilai blok, nilai TOEFL, tes kesehatan, tes psikologi, dan yang paling menentukan adalah Ujian Komprehensif <em>Competence-Based Preparation for Clerkship.</em> Kedua, karena hakikatnya skripsi bukan hanya sekedar syarat lulus, bukan pula kunci gerbang meninggalkan kampus. Tetapi sebuah ilmu yang seharusnya kita pahami. Penelitian adalah sebuah usaha menemukan kebenaran atas suatu dugaan. Betapa pentingnya suatu penelitian dilakukan, demi kemajuan ilmu, demi kemajuan umat manusia. Dengan menyusun skripsi, kita berlatih menyusun suatu usaha penemuan kebenaran. Meski didahului dengan hal-hal kecil, hal-hal sederhana, namun kita mempelajari (dan melakukan) langkah-langkahnya dengan tepat dan seksama. Dengan itu, kita memiliki bekal, agar nantinya setelah kita mengabdi pada masyarakat, kita dapat menerapkan aspek ilmiah dalam memandang suatu fenomena ataupun permasalahan dalam masyarakat.</p>
<p>Meski demikian, memang bagi beberapa teman, skripsi bisa menjadi batu sandungan besar dalam melanjutkan langkah ke pendidikan profesi. Faktornya bermacam-macam, internal dari diri sendiri, substansial dari materi penelitian maupun eksternal dari dosen pembimbing, keluarga, masalah ekonomi, masalah inter-personal dengan pacar, dll. Untuk tantangan ini, menurut saya tentunya tidak hanya dialami teman-teman dari kampus kedokteran. Kampus lain, dengan sistem skripsi-nya masing, tentu menimbulkan tantangan tersendiri bagi mahasiswanya. Tapi toh dari sekian ribu mahasiswa Universitas Gadjah Mada, dengan segala kesulitan yang ada, ujung-ujungnya sebagian besar lulus juga (terlepas dari berapa lama dia harus menempuh bangku perkuliahannya), hanya beberapa yang sedemikian bermasalah hingga timbul dampak yang tidak diinginkan, baik hal-hal yang mengancam jiwa atau mengganggu kesehatan mental.  Jadi, apa yang membuat hal ini terjadi?</p>
<p>Bukan soal pengolahan data secara statistik, bukan mengenai setebal apa skripsi Anda, bukan tentang serumit apa penelitian Anda. Intinya adalah, dengan status sebagai mahasiswa, kita sebenarnya telah teruji melewati bermacam halangan pada masa-masa pendidikan sebelumnya. Betapa kerasnya kita berusaha menyelesaikan pendidikan di SMU, membanting tulang, begadang setiap malam demi mendapatkan jurusan impian. Kemudian menempuh pendidikan tinggi yang sarat pelajaran, bukan hanya tentang jurusan dimana kita berada, namun juga pelajaran tentang hidup : adaptasi dengan lingkungan kampus dan kos, konflik yang terjadi dengan teman dan dosen, dilema saat kita harus menentukan berbagai pilihan&#8230;Kuncinya adalah belajar. Sebagai manusia, secara normal, kita belajar. Belajar, bukan dari buku yang kita baca, bukan dari slide presentasi dosen, tetapi dari apa yang kita alami setiap hari, dari hal-hal di sekitar kita. Dengan terbiasa menghadapi masalah, kita lama-lama terlatih melakukan manajemen konflik, terasah untuk menentukan pilihan, mampu beradaptasi dengan situasi yang baru. Keterampilan itulah yang menolong kita melewati segala tantangan hidup, termasuk menyelesaikan satu tahap dalam hidup kita yang bernama Skripsi.</p>
<p>PS : buat airen-ku, semangat ya! Satu tahap akan segera kamu lewati, di depan sana masih banyak hal-hal seru dan penuh tantangan, be prepared ya&#8230;</p>
<br />Posted in Tentang hidup, Tentang kampus  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=103&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/27/skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Medical Specialties Test</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/25/medical-specialties-test/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/25/medical-specialties-test/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 12:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah hasil tes pemilihan spesialisasi kedokteran yang saya peroleh setelah saya mengikuti sebuah tes potensi di website University of Virginia di www.med-ed.virginia.edu/specialties beberapa waktu yang lalu. Hasil tes tersebut berupa urutan prioritas bidang spesialisasi beserta skor tes untuk bidang tersebut. 1 gastroenterology 39 2 emergency med 39 3 general surgery 38 4 urology 38 5 ophthalmology [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=95&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;">Berikut adalah hasil tes pemilihan spesialisasi kedokteran yang saya peroleh setelah saya mengikuti sebuah tes potensi di website University of Virginia di <a href="http://www.med-ed.virginia.edu/specialties" target="_blank">www.med-ed.virginia.edu/specialties</a> beberapa waktu yang lalu. Hasil tes tersebut berupa urutan prioritas bidang spesialisasi beserta skor tes untuk bidang tersebut.</div>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:80%;" border="0" cellpadding="0" width="80%">
<tbody>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">gastroenterology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">39</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">emergency med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">39</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">general surgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">38</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">urology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">38</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">5</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span><strong>ophthalmology</strong></span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">38</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">6</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">endocrinology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">37</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">7</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">cardiology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">36</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">8</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">plastic surgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">36</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">9</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><strong>otolaryngology</strong></span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">10</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">thoracic surgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">11</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">general internal med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">12</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">dermatology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">13</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">anesthesiology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">14</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">neurosurgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">15</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">neurology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">16</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">colon &amp; rectal surgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">17</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">radiology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">18</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">orthopaedic surgery</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">19</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">pediatrics</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">20</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">pathology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">21</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">radiation oncology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">22</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">occupational med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">23</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">allergy &amp; immunology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">24</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">hematology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">25</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">rheumatology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">26</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">pulmonology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">27</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">nephrology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">28</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">infectious disease</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">29</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">nuclear med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">30</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">psychiatry</span></strong></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">31</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">preventive med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">32</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">aerospace med</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">31</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">33</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">physical med &amp; rehabilitation</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">31</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">34</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">med oncology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">31</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">35</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">family practice</span></strong></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">31</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:27%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="27%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">36</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
<td style="width:50%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="50%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">obstetrics/gynecology</span></p>
</td>
<td style="width:23%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;" width="23%">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">29</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>Bidang yang saya bold adalah bidang-bidang kedokteran yang cukup mendapat perhatian saya, tapi karena tes tersebut menekankan pada potensi spesialisasi berdasar kepribadian maka dapat dilihat bidang yang diminati belum tentu menjadi bidang yang disarankan. Tes ini cukup menarik, terutama tentunya bagi teman-teman  yang saat ini sedang menempuh pendidikan profesi dokter. Hanya saja, memang tidak bisa dijadikan satu-satunya metode menentukan bidang kedokteran yang akan kita geluti nantinya, karena banyak faktor yang mempengaruhi kan? termasuk kesempatan dan finansial.</p>
<br />Posted in Tentang dokter dan pemikirannya  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=95&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/25/medical-specialties-test/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/24/inspirasi/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/24/inspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 14:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Saat posting-an ini ditulis saya sedang menyaksikan acara &#8220;Biography&#8221; di Metro TV yang sedang menampilkan Barrack Obama sebagai tokoh yang dibahas cerita hidupnya. Di acara itu disampaikan juga sejarah hidup Sang Presiden Amerika Serikat yang baru tersebut, mulai dari cerita tentang orang tuanya, kehidupan akademik dan karirnya hingga saat ini. Salah satu yang sangat menarik adalah perhatian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=90&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat posting-an ini ditulis saya sedang menyaksikan acara &#8220;Biography&#8221; di Metro TV yang sedang menampilkan Barrack Obama sebagai tokoh yang dibahas cerita hidupnya. Di acara itu disampaikan juga sejarah hidup Sang Presiden Amerika Serikat yang baru tersebut, mulai dari cerita tentang orang tuanya, kehidupan akademik dan karirnya hingga saat ini. Salah satu yang sangat menarik adalah perhatian Obama yang sangat besar terhadap persamaan hak kaitannya dengan identitas seseorang. Seperti banyak orang ketahui, Barrack Obama adalah seseorang yang lahir dari sebuah keluarga yang multikultural. Ayahnya, Barrack Obama Sr., adalah seorang berkulit hitam berkebangsaan Kenya, sementara ibunya, Mrs. Ann Dunham, seorang warga negara Amerika Serikat berkulit putih. Ayah dan ibu-nya bertemu saat sama-sama menempuh perkuliahan di University of Hawaii, mereka menikah kemudian menetap di Hawaii hingga lahirlah Barrack Obama. Setelah ayahnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan doktoral ke Harvard, ayah dan ibu Barrack Obama memutuskan untuk berpisah. Selang beberapa tahun, Mrs. Ann Dunham, sang ibu, bertemu dengan Lolo Sutoro, seorang mahasiswa Indonesia yang saat itu juga sedang menempuh pendidikan di University of Hawaii, hingga kemudian Ann menikah dengan Lolo dan melahirkan Maya Sutoro, adik tiri Barrack Obama. Keluarga itu kemudian menetap di Jakarta, Indonesia. Barrack Obama pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia, sebelum ibunya mengirim dia kembali ke Hawaii (yang disebutkan oleh sang narator untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik&#8230;hiks&#8230;menohok). Di Hawaii, Obama kecil tinggal bersama neneknya, terpisah dengan ibu dan saudara tirinya di Jakarta. Kemudian, karena sesuatu hal, Lolo Sutoro dan Ann memutuskan untuk berpisah, dan Ann bersama Maya kembali ke Hawaii. Itu baru sepenggal cerita, tetapi inti dari cerita yang menarik ini yang ingin aku bahas disini adalah, sejak kecil Obama telah mengenal keberagaman dalam keluarganya, dia mengatakan dia pernah tumbuh sebagai anak Kenya, Hawaii, Indonesia, dan hingga berujung di Amerika. Dia pernah mengalami keraguan identitas saat masa kecilnya, tetapi hal itu tidak lama dia pendam, dia bangkit dari keraguannya, menegaskan identitasnya dan meraih keberhasilan yang begitu mengagumkan : kuliah hukum di Harvard, Senator Negara Bagian Illinois, hingga sekarang sebagai Presiden Amerika Serikat. Barrack Obama, sering mengalami olok-olokan tentang identitasnya, mulai dari teman-teman sekolahnya yang memandangnya aneh hanya karena menjadi satu-satunya anak berkulit hitam di kelas, hingga lawan politiknya di Senat yang mempergunakan isu rasisme untuk menjatuhkannya. Tetapi Obama berhasil melewati itu semua, dia terus melangkah tanpa mempedulikan pandangan miring orang mengenai identitasnya, warna kulitnya, asal-usulnya, agamanya, dll.</p>
<p>Mengapa cerita ini begitu berarti bagiku? Jika Anda sempat membaca postingan sebelumnya berjudul &#8220;<a href="http://enamseptember.wordpress.com/2006/12/21/identity/" target="_self">Identity</a>&#8220;, sedikit banyak Anda pasti memahami. Saya pun berasal dari keluarga yang heterogen, setidaknya begitulah saya memandang diri saya sendiri : ayah saya seorang laki-laki Bali beragama Hindu, ibu saya seorang wanita Muslim Jawa. Saya tumbuh dewasa dengan pengaruh dari kedua budaya tersebut. Sangat sering orang mengernyitkan dahi saat mencoba memahami identitas saya&#8230;ya&#8230;nama saya I Putu Yuda Hananta, saya tinggal di Karanganyar di luar kota Solo, dan saya Muslim, ayah saya orang Hindu Bali, ibu saya Muslim Jawa. Saya mencoba sedapat mungkin tidak bersikap menyinggung SARA, sekedar untuk memperjelas deskripsi saja. Heran, itu reaksi yang umum, yang lebih parah adalah saat beberapa (agak banyak) orang yang mengenal saya agak menyangsikan identitas saya, dengan mengemukakan opini negatif&#8230;sangsi dengan ke-Islam-an saya (dengan kata lain, beneran engga tu Muslim??? ini pendapat sebagian teman-teman Muslim saya&#8230;), atau juga ada yang tidak menyetujui ke-Muslim-an saya saat tahu saya bernama Bali, saya dianggap tidak tahu asal-usul (yang ini biasanya pendapat orang-orang Hindu Bali yang mengenal saya&#8230;). Awalnya saya sangat terganggu dengan opini-opini tersebut, emosi saya sempat beberapa kali terpancing  saat menghadapi orang-orang seperti itu. Saya pernah sangat marah saat orang-orang mencibir identitas saya, bahkan saya pernah dikatakan anak haram, dengan alasan pernikahan ayah dan ibu saya dianggap tidak sah karena berbeda agama.</p>
<p>Tapi itu dulu&#8230;Saya sudah jauh memperbaiki pola pikir dan menata emosi saya. Dan yang mengubah pola pikir saya ya cerita-cerita orang seperti Barrack Obama ini. Dengan latar belakang yang justru sebenarnya sangat unik. Banyak orang seperti itu yang menginspirasi saya selain Barrack Obama, seperti juga Presiden Soekarno, yang ayahnya dari Jawa dan ibunya seorang wanita Bali. Mereka sama-sama memiliki identitas yang unik dan keduanya sama-sama mencapai kesuksesan, kuncinya adalah kepercayaan diri. Ya&#8230;keunikan identitas itu, jika kita mau berpikir positif, adalah potensi, kekuatan, bukan keanehan seperti dikatakan beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab. Keunikan itu membuat kita berbeda dengan orang lain, beda dalam artian kita istimewa, analoginya layaknya kita melihat seseorang memakai baju merah di kumpulan orang berbaju hitam, tentu si baju merah akan menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Begitulah, Barrack Obama, Soekarno, dan manusia-manusia istimewa lainnya telah berhasil menunjukkan pada dunia bahwa identitas mereka adalah potensi mereka. Semoga I Putu Yuda Hananta menyusul&#8230;amien&#8230;</p>
<br />Posted in Tentang hidup  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=90&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/24/inspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanis Salad</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/23/hanis-salad/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/23/hanis-salad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang liburan dan petualangan baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu terakhir, aku dan airen-ku sedang dihadapkan pada &#8220;hasrat&#8221; berwisata kuliner yang meluap-luap (maaf, bahasanya lebay&#8230;). Bukan karena Pak Bondan Winarno, tapi kami memang sama-sama menggemari hal yang satu ini, itu pula yang membuat hari-hari seru. Aku dan airen-ku sering cekikikan berdua saking senangnya saat membaca buku ato majalah tentang wisata kuliner di Gramedia ato Toga Mas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=83&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir, aku dan airen-ku sedang dihadapkan pada &#8220;hasrat&#8221; berwisata kuliner yang meluap-luap (maaf, bahasanya <em>lebay&#8230;). </em>Bukan karena Pak Bondan Winarno, tapi kami memang sama-sama menggemari hal yang satu ini, itu pula yang membuat hari-hari seru. Aku dan airen-ku sering cekikikan berdua saking senangnya saat membaca buku ato majalah tentang wisata kuliner di Gramedia ato Toga Mas (2 toko buku yang paling sering kami kunjungi). Google dan berbagai search engine sering kami isikan dengan keyword &#8220;kuliner jogja, solo, warung makan jogja, dll&#8221;. Menjelajahi berbagai wilayah asing buat sekedar mencicipi makanan khas-nya pun sering kami lakukan. Kalau kebiasaan ini membuat anda geleng-geleng karena merasakan keanehan, maka bersiap-siaplah karena cerita ini baru dimulai. Cerita apa? masih tentang kuliner&#8230;Jadi begini, seperti sudah saya sampaikan di posting-an sebelumnya, bahwa saya ingin mengatur ulang pola makan saya untuk memperbaiki <em>Body Mass Index-ku</em> (Indeks Massa Tubuh yang rumusnya : Berat Badan dlm Kg/(Tinggi Badan dlm meter)kuadrat). Oleh karena itu berdasar &#8220;konsultasi&#8221; dengan beberapa ahli gizi kenalanku, dan referensi dari sumber2 yang kredibel aku memutuskan untuk menyusun suatu pola makan yang berbeda dengan biasanya : rendah kalori, tinggi serat, cukup protein, rendah lemak. Yang kemudian dijabarkan dalam menu-menu yang akan kukonsumsi setiap hari-nya. Sebenarnya untuk memenuhi pola makan itu tidak akan terlalu sulit, karena aku memang cenderung menyukai sayuran, buah, dan kurang menyukai makanan hewani (percaya nggak percaya, saat SMA dulu aku pernah bergaya hidup &#8220;vegetarian&#8221; selama beberapa lama). Tetapi tantangannya justru berasal dari eksternal :</p>
<p>1. di lingkungan tempat tinggalku di daerah sekitar ugm, menu makanan yang disajikan berbagai warung makan hampir sepola, misal nasi kuning, gudeg, bubur untuk sarapan; nasi sayur, soto, bakso untuk makan siang; penyetan, mie goreng, nasi goreng untuk makan malam.  Berdasar hal tersebut dan mengingat aku adalah anak kos yang selalu makan di warung, maka aku akhirnya &#8220;terpaksa&#8221; memilih-milih tempat makan, terutama untuk makan malam (betapa susahnya mencari sayur saat malam di jogja, kecuali ya cap cay&#8230;).</p>
<p>2. masih terkait dengan perilaku-ku memilih-milih tempat makan, akhirnya membuatku harus berkompromi dengan airen-ku, ya mengingat aku hampir selalu makan bareng dia. Dia sempat kelabakan juga menghadapi kebiasaan baruku ini <em>(buat airen-ku : maap ya</em>&#8230;), tetapi garis besarnya dia mengerti, dan akhirnya menganjurkanku untuk membuat list makanan yang mau aku makan (menurutku pribadi rada konyol sih hal ini, masak makanan saja harus di-list), tapi setidaknya aku membuat list dalam kepalaku : gado-gado, pecel, lotek, siomay, nasi sayur, cap cay&#8230;hehe aneh bin lebay kan?</p>
<p>Hingga suatu hari (beberapa hari kemarin), aku kena bumerang yang kulempar sendiri. Ceritanya, saat suatu sore aku dan airen-ku jalan-jalan keliling jogja tanpa arah tujuan, kami melihat baliho sebuah toko roti bertajuk &#8220;Hanis&#8221; di daerah Gedong Kuning. Tulisan di baliho itu mengingatkan airen-ku tentang sebuah toko roti yang juga memiliki sebuah tempat makan di Jalan Palagan Tentara Pelajar (Monumen Jogja Kembali ke utara) yang pernah dia baca bahasannya di sebuah majalah saat airen-ku lagi di Jakarta. Dia bilang di majalah kuliner itu, dikatakan toko roti Hanis tu istimewa, tempat makannya bagus dan direkomendasikan oleh si penulis. Tanpa pikir panjang, karena waktu juga sudah beranjak malam, kami tancap gas, melintas dari Gedong Kuning di Jogja bagian selatan menuju Jalan Palagan di bagian utara Jogja. Saat memasuki halamannya, keraguan mulai bergelayut. Toko dan restoran <a href="http://www.hanisbakery.com" target="_blank">Hanis</a> tidak mencolok, terletak agak masuk ke dalam dari jalan utama, tetapi terlihat begitu eksklusif dengan lampu temaram dan furnitur yang mewah.  Kepalang basah, kami memutuskan tetap masuk. Dengan gugup kami menuju ke sebuah ruang dimana di-display-kan roti produk mereka. Terpampang aneka nama roti yang terkesan bergaya Eropa : pretzel, waffel, dll. Kelihatannya enak, hanya sayang kami kurang beruntung sore itu karena roti2 tsb sudah terjual habis. Aku dan airen-ku saling berpandangan menentukan langkah selanjutnya, &#8221;pulang aja? atau mau makan malam sekalian?&#8221; kami berbisik2&#8230;dengan keraguan yang masih dalam, kami memutuskan sekalian makan malam disana&#8230;kepalang tanggung sudah sampai kesana, lagian itung2 mencicipi makanan di tempat baru. Tempat makannya memang menyenangkan, di sampingnya terhampar sawah dengan padinya yang masih hijau, lampunya tidak terlalu terang, sayup2 terdengar alunan lagu-lagu pop barat era 90-an. Tetapi begitu disodorkan menunya, aku pribadi langsung terhenyak (entah, Airen-ku berpikir apa)&#8230;pertama karena sampai detik itu kami baru menyadari kami berada di sebuah restoran, bukan sekedar warung makan, sebuah restoran bergaya Belgia-Jerman yang saking ekslusifnya sehingga konon dinobatkan menjadi <em>restaurant of the month </em>versi sebuah majalah wisata di Jogja!! Keekslusifan itu yang berharga mahal, apalagi aku hanyalah seorang mahasiswa yang belum juga berpenghasilan. Ya wes, seorang jagoan, maju terus pantang mundur. Aku membaca dengan cermat menu tersebut, memilih yang paling ekonomis dan tentunya dengan unsur hewani seminimal mungkin, dan pilihan jatuh kepada <em>fried banana !!</em><em> </em>pisang goreng?? iya, hanya saja deskripsi menunya yang membuatku tertarik (<em>fried banana with chocolate-caramel sauce, scoops of vanilla ice cream, and slices of fresh fruit, </em>yang sebenarnya adalah dessert, hehe&#8230;<em>).</em> Airen-ku memilih Hanis salad, entah apa pertimbangannya, mungkin karena namanya, dia berpikir itu menu original resto tsb, karena setauku dia tidak terlalu suka sayur. Saat makanan yang kami pesan datang, wajahku sedikit sumringah, ya&#8230;seperti yang kubayangkan si <em>fried banana</em> memang tampil cantik, dengan es krim vanilla yang mulai meleleh, saus coklat-karamel yang dituangkan secara artistik dan tak lupa irisan strawberry dan jeruk  yang kombinasi warnanya sangat menarik. Baru sepotong kugigit, airen-ku terlihat kurang nyaman dengan hidangan di depannya. Ya, seperti sudah kuduga pula, Hanis salad yang dia pesan memang tidak bisa diterima lidahnya. Walaupun sebenarnya penampilannya cukup menggoda : daun selada, tomat, jagung, ikan marlin <em>fresh </em>(baca : mentah) yang masih merah muda, butiran buah zaitun hitam dengan dressing bergaya mediteran, minyak bawang putih. Melihat airen-ku tidak menyukai pesanannya, aku memutuskan bertukar dengannya, karena aku yakin dia masih bisa menerima <em>fried banana</em> ku. Aku pernah makan salad serupa di Nanamia Pizzeria, sebuah kedai pizza bergaya original Italia di daerah Demangan, dan pada saat itu aku kurang menyukai cita rasanya. Dan malam itu, di Hanis, lidahku belum berubah, sayurannya is oke&#8230;tapi dressingnya, ya ampun, menurutku mendhing pake sambal pecel (maklum orang kampung). Yeah begitulah, makan malam di Hanis, sangat berkesan, karena sangat menguras isi kantong (sekali lagi ini perspektif mahasiswa lho&#8230;), walopun awalnya agak menyesal, tetapi pelajaran berpikir positif membuat kami bisa menerimanya dengan legowo. Setidaknya menambah referensi dan pengalaman kuliner (makan malam di <em>restaurant of the month </em>bulan Januari lho! keren kan?). Ini namanya <em>defense mechanism</em> yang disebut <em>sweet lemon</em>&#8230;(baca buku psikologi atau tanya kepada mahasiswa psikologi terdekat&#8230;hehe).</p>
<br />Posted in Tentang liburan dan petualangan baru  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=83&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/23/hanis-salad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Organizing My Life</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/06/organizing-my-life/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/06/organizing-my-life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang membiarkan hidupnya mengalir, tetapi sebagian yang lain mencoba merencanakannya dengan menyusun resolusinya, misalnya saat pergantian tahun seperti ini. Entah bagaimana masing2 memaknainya, tetapi bagiku pribadi, resolusi seperti ini memang diperlukan, meskipun masing2 punya moment khusus sebagai tonggak momen atau waktu2 tertentu, tidak harus selalu pada saat pergantian tahun. Ya, layaknya atlet renang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=3&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Sebagian orang membiarkan hidupnya mengalir, tetapi sebagian yang lain mencoba merencanakannya dengan menyusun resolusinya, misalnya saat pergantian tahun seperti ini. Entah bagaimana masing2 memaknainya, tetapi bagiku pribadi, resolusi seperti ini memang diperlukan, meskipun masing2 punya moment khusus sebagai tonggak momen atau waktu2 tertentu, tidak harus selalu pada saat pergantian tahun. Ya, layaknya atlet renang yang perlu papan tolakan sebelum meluncur ke kolam, resolusi ini memacu kita lebih semangat menjalani hidup. Aku, cenderung adalah orang yang banyak berencana, tetapi seringnya kurang skematis, nah…momen seperti pergantian tahun ini yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun rencana hidup yang lebih skematis. Meskipun, maaf, sering dikatakan bahwa seorang muslim tidak boleh memaknai tahun baru masehi secara berlebihan (maaf, sekali lagi ini bukan bermaksud SARA, hanya saja itu pendapat banyak teman2ku yang muslim…), tetapi aku mencoba memaknai momen pergantian tahun ini dengan pikiran lebih terbuka. Jadi, inilah resolusiku untuk tahun 2009 :</p>
<p>1. Citra diri (wuih…bahasa psikologis ni, <em>self-image</em>)</p>
<p>Beberapa tahun terakhir, aku rasa tuntutan kedewasaan pada diriku semakin tak tertahankan, mengingat aku adalah laki-laki tertua di keluargaku juga gambaran profesiku nanti, so tahun 2009 ini, saat usiaku menginjak 23 tahun, aku sudah harus bisa menjadi seorang pria dewasa, bijak dan tegas dalam mengambil keputusan, tidak emosional, asertif, santun, dan bisa menyenangkan orang2 di sekitarku. Mulai dari terus mengembangkan pemikiran positif tentang segala sesuatu, tidak mudah panik dan cemas menghadapi masalah yang datang, dan menerima musibah atau cobaan dengan sabar.</p>
<p>Secara fisik, tentu maturitas sudah kucapai dunk…hehe, hanya saja beberapa tahun terakhir aku bermasalah dengan berat badan, yang mulai terasa semakin kusadari memang merupakan sebuah masalah dalam 1 bulan terakhir. Berat badan berlebih membuatku kurang energik, dan mengingat riwayat kesehatan ayahku yang kurang baik (NB : beliau kelebihan berat badan juga dan wafat karena serangan jantung), so aku memutuskan untuk mengatur kembali berat badanku supaya meminimalisir risiko yang tidak diinginkan. Aku pernah memiliki berat badan yang sangat ideal, dan aku rasa aku pasti bisa mencapainya lagi. Faktor terbesar yang menjadikan kelebihan berat badanku ini mungkin karena kegemaran berwisata kuliner. Masih akan kuteruskan si, hanya pengaturannya harus lebih baik, mengutamakan lidah bukan perut (btw, pak Bondan Winarno kan juga hanya icip2 di wisata kuliner, bukannya tukang makan yang rakus…).</p>
<p>Masih mengenai fisik ni, mengingat pertengahan tahun 2009 aku bakal memasuki stase ilmu penyakit kulit dan kelamin, maka aku berniat “membenahi” kondisi kulitku sendiri terlebih dahulu, supaya performa di klinik bisa optimal (ga lucu kan, jika ada pasien berkonsultasi tentang jerawat pada dokter yang jerawat di wajahnya lebih parah dari si pasien…). Atau setidak2nya selama di stase kulit-kelamin, aku bakal belajar banyak untuk menyembuhkan diriku sendiri…hehe…bukannya menjelma menjadi pria metroseksual dan terobsesi memiliki kulit terindah di Indonesia, hanya menjaga kesehatan dan penampilan untuk mendukung karir saja.</p>
<p>2. Akademik</p>
<p>Akhir tahun 2009 nanti, insyaalloh jika tidak ada halangan dan perubahan rencana, aku dan teman2 dokter muda angkatan 2004 sudah akan menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Untuk itu, supaya tidak molor waktunya, setiap stase yang aku jalani harus selesai tepat waktu pula. Harus menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak ada halangan sakit yang mengharuskan istirahat lama, ataupun proses di stase yang tertunda2 (misalnya ujian, keperluan administrasi, dll).</p>
<p>Di samping itu, aku ingin menata kembali rencana kuliah hukumku yang sempat bentrok dengan jadwal koasistensiku tempo hari. Masih optimis, sekalipun aku akan tertinggal dibandingkan teman2ku seangkatan di fakultas hukum, tetapi aku tetap harus menyelesaikannya. Sejauh ini targetnya adalah menyelesaikan mata kuliah, menjadwalkan lagi KKN dan memulai menyusun skripsi yang tertunda.</p>
<p>3. Keluarga</p>
<p>Tahun 2009 ini, semoga hubunganku dengan ibu dan adikku semakin erat, tidak ada permasalahan yang berarti, dan aku berharap adikku yang sedang menginjak masa adolesensnya bisa lebih terbuka denganku atau ibu sehingga <em>critical period</em>nya ini bisa dilalui dengan baik.</p>
<p>4. Relasi Interpersonal</p>
<p>Istilahnya aneh ya?? hehe…maksudku hubunganku dengan seseorang yang paling kusayangi selain ibu dan adikku…biasanya banyak orang yang menyebutnya pacar, tetapi aku tidak biasa menyebutnya seperti itu. Tahun depan adalah tahun keempat, hubungan yang mulai cukup stabil tapi tetap saja ada tantangannya, terutama kejenuhan dan mungkin yang akan terjadi adalah jarak dan kesibukan masing2 yang memisahkan (ciee…hehe). Aku selalu beranggapan bahwa setiap hubungan itu ada naik-turunnya, rapat-renggangnya. Sehingga harapanku, tidak terlalu berlebihan, hanya semoga pada situasi apapun, naik atau turun, rapat atau renggang, masing2 dari kami diberi pikiran positif untuk dapat mencari jalan keluar dari segala permasalahan bersama dengan lebih bijak untuk kebahagiaan bersama.</p>
<p>5. Teman-teman</p>
<p>Dulu aku termasuk orang yang sangat senang berteman, berada di antara mereka, berbagi cerita dan keluhan dengan mereka, beraktivitas bersama, dll. Hingga kemudian aku menjadi pribadi yang “mandiri”, berusaha melakukan semuanya sendiri, menjaga jarak dan ketergantungan dari mereka. Sampai datang rasa sesal itu. Duaribusembilan…pengen <em>comeback</em> dengan teman-teman lama yang beberapa tahun ini merenggang…teman-teman kampung, teman-teman alumni pramuka SMP 8, teman-teman alumni SMA 1, dll…agak sedih rasanya, benar-benar kehilangan arti persahabatan dalam beberapa tahun ini. Aku hampir tidak percaya bahwa ada yang namanya sahabat, biasanya teman-teman kita pasang surut, datang dan pergi sesuai situasi yang mengharuskannya demikian (misalnya kesibukan pribadi, adanya pacar, jarak, komunikasi, konflik, dendam, dll). Semoga bisa “reunian” dengan semua teman2ku tahun 2009 ini.</p>
<p>So, we’ll see…apakah harapan2 dan rencana2 itu sekedar wacana…atau bisa terealisasi…pembuktiannya segera dilaksanakan…setiap keinginan, insyalloh, dengan niat dan usaha bisa kita wujudkan.</p></div>
<br />Posted in Tentang hidup  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=3&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2009/01/06/organizing-my-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Five Stars Doctor</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2008/08/26/five-stars-doctor/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2008/08/26/five-stars-doctor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 16:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dokter secara klasik selalu diidentikan dengan sebuah setting klinik, dimana dia bertemu dengan pasien, mendengarkan keluhan-keluhan pasiennya, mencari sebanyak mungkin tanda dan gejala, menegakkan diagnosis, menjalankan terapi, menyusun prognosis, mengevaluasi perkembangan tanda dan gejala, mengevaluasi diagnosis, evaluasi terapi dst… Ilmu kesehatan masyarakat (IKM) boleh jadi merubah, ato setidaknya me-refresh pandangan tersebut. Karena masyarakat adalah kumpulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=5&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter secara klasik selalu diidentikan dengan sebuah setting klinik, dimana dia bertemu dengan pasien, mendengarkan keluhan-keluhan pasiennya, mencari sebanyak mungkin tanda dan gejala, menegakkan diagnosis, menjalankan terapi, menyusun prognosis, mengevaluasi perkembangan tanda dan gejala, mengevaluasi diagnosis, evaluasi terapi dst…<br />
Ilmu kesehatan masyarakat (IKM) boleh jadi merubah, ato setidaknya me-refresh pandangan tersebut. Karena masyarakat adalah kumpulan dari individu-individu, ilmu kesehatan masyarakat mencoba memecahkan masalah kesehatan melalui pendekatan kelompok masyarakat bukan per individu. Dengan pendekatan kelompok, diharapkan upaya kesehatan lebih diarahkan ke arah preventif bukan lagi sekedar kuratif. IKM juga membuka mata bahwa pelayanan kesehatan toh tidak lepas dari pengaruh aspek-aspek laen, termasuk kebijakan pemerintah, ekonomi, dan sosial-budaya.<br />
Hal-hal yang diajarkan bidang ilmu kesehatan masyarakat ini benar-benar terasa saat aku di stase IKM. Aku dan teman-teman sekelompokku mendapat tugas mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah RW 01 Suryowijayan di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Mulai dari perijinan dalam rangka penelitian khususnya di Puseksmas Mantrijeron yang sangat birokratis dan berbau pemerasan hingga peliknya masalah kesehatan dihadapkan lokasi pemukiman yang terbatas. Pada waktu itu kami sepakat mengangkat &#8220;wabah&#8221; diare yang sempat santer disebut-sebut beberapa waktu di wilayah tersebut. Wilayah RW 01Suryowijayan berada di pusat kota, merupakan kawasan pemukiman yang sangat padat, dan berada di pinggir sebuah sungai yang cukup besar. Dengan kondisi demikian, ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko merebaknya diare. Diare, memang tidak semuanya karena infeksi, tetapi secara umum jika diare disebabkan infeksi virus, bakteri, atau parasit, adalah penyakit yang dapat menular dan merebak luas melalui pencemaran air, tanah, dan bahan makanan.<br />
Dalam stase IKM ini, melalui sebuah kuesioner, kami bermaksud mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan perilaku warga Suryowijayan, khususnya ibu-ibu, mengenai diare. Kenapa ibu? karena dari tangan seorang ibu-lah seluruh anggota keluarga menyantap makanan, tangan ibu yang membelai anak-anaknya, mendidik, dan memberi keteladanan,sehingga jika baik seorang ibu, harapannya baiklah keluarga itu.<br />
Perhatian khusus kami berikan pada perilaku cuci tangan, karena cuci tangan yang baik dan benar cukup efektif mencegah penularan banyak macam penyakit, mulai dari disentri hingga flu burung. Karenanya kami pun berbagi cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada ibu-ibu tersebut melalui sebuah penyuluhan kesehatan.<br />
Semoga sedikit yang kami bagikan kepada warga Suryowijayan kemaren benar-benar melekat di benak mereka, bukan tentang kunjungan kami, tapi tentang arti pentingnya menjaga kesehatan dimanapun dan kapanpun. Meski berjuang keras dengan analisis statistik dan metodologi penelitian yang bagi kami belum juga terbiasa hingga hari ini, di sisi lain aku pribadi berharap semoga pengalaman kemaren menjadi bekal berharga untuk mengabdikan ilmuku nantinya, karena seorang dokter umum memikul pula tanggung jawab sosial, menjadi seorang 5-stars doctor (health provider-decision maker-comunity leader-communicator-manager)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enamseptember.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enamseptember.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=5&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2008/08/26/five-stars-doctor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>O-B-G-Y-N</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2008/07/17/o-b-g-y-n/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2008/07/17/o-b-g-y-n/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 16:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Obgyn = Obstetrics and Gynecology ato dalam bahasa Indonesia ditranslate menjadi Obstetri dan Ginekologi (Obgin) atau lebih mudahnya Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, cm biar lebih praktis ke depannya ak bakal sebut dengan Obgin…Stase Obgin adalah stase ketigaku, yang juga adalah stase besar pertamaku…Stase besar? ya…karena waktu belajar di bagian ini cukup lama yaitu 8 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=10&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obgyn = Obstetrics and Gynecology ato dalam bahasa Indonesia ditranslate menjadi Obstetri dan Ginekologi (Obgin) atau lebih mudahnya Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, cm biar lebih praktis ke depannya ak bakal sebut dengan Obgin…Stase Obgin adalah stase ketigaku, yang juga adalah stase besar pertamaku…Stase besar? ya…karena waktu belajar di bagian ini cukup lama yaitu 8 minggu, lebih lama dibanding stase THT yang cm 3 minggu ato Jiwa yang hanya 4 minggu…tapi, aku baru menyadari 8 minggu belumlah cukup untuk mempelajari makhluk berjenis kelamin wanita ini….Yepp…di stase obgin ini jangan menyianyiakan waktu untuk mengidentifikasi jenis kelamin pasien, karena tentu yang memeriksakan diri ke bagian obgin adalah para wanita…kecuali ada pasien laki-laki yang saking polosnya, ato tersesat, ato memang iseng datang ke poli kandungan…perkecualian lagi bagi pasangan suami isteri yang belum dikaruniai anak, maka keduanya diperiksa oleh para ahli fertilitas dari bagian obgin ini.<br />
Lanjut…bicara tentang kasus di bagian obgin ini…jangan salah ya…bukan cuma tentang ibu-ibu hamil…tapi juga kasus2 infeksi saluran kencing dan infeksi pada organ reproduksi, kasus tumor jinak dan kanker organ reproduksi, kontrasepsi, masalah menstruasi, hingga infertilitas alias kemandulan…<br />
meski demikian luasnya bidang obgin ini, dan bahwa obgin adalah stase yang menuntut banyak keterampilan dalam melakukan berbagai tindakan, bagi kami para koass…tindakan yang sedari awal masuk obgin diincar adalah keterampilan menolong persalinan normal…ya karena wajib hukumnya bagi dokter umum untuk bisa nolong persalinan normal…mulai dari memeriksa kondisi ibu hamil, kontraksi rahimnya, letak bayi, kondisi bayi, memeriksa panggul, pembukaan dan kondisi jalan lahir…kemudian menolong bayi lahir, ari-ari, hingga &#8220;membereskan&#8221; dampak persalinan, seperti menjahit robekan jalan lahir, sampe mencuci peralatan yang dipake n mengepel lantai yang becek karena darah yang menggenang…<br />
Selama di obgin, baru bener2 kerasa tu jaga kamar bersalin…unpredictable bgt bgt!!! pasien bisa datang dlm kondisi apapun…mulai dari  pasien yang umur kehamilannya belum cukup tapi air ketubannya sudah keluar, hingga pasien yang bayi-nya sungsang n datang dalam kondisi kedua kaki bayi sudah berada di luar jalan lahir dan membiru karena terlalu lamanya proses persalinan…<br />
Mengamati proses persalinan dari sejak pembukaan pertama, saat kontraksi masih jarang, hingga sedikit demi sedikit jalan lahir terbuka seiring kontraksi rahim yang dapat membuat si ibu berteriak menangis kesakitan…dan kemudian diikuti keluarnya si bayi perlahan-lahan dari dalam rahim…masyaalloh…betapa besar perjuangan seorang ibu…bercucur peluh, darah, air mata, urine, feses, air ketuban….demi mengantarkan anaknya ke dunia….<br />
Hal-hal itu yang membuatku berpikir…andaikan setiap anak melihat proses kelahirannya, jika nuraninya masih ada, hampir pasti mereka tidak akan tega menyakiti perasaan ibunya…<br />
Obgin pun mengajarkan banyak hal lain…bahwa privasi pasien harus harus dan harus dijunjung tinggi…betapa tidak…hampir tiap hari seorang dokter obgin pasti dihadapkan pada kasus berkenaan dengan alat kelamin seorang wanita…organ paling private bagi seseorang apalagi seorang wanita yang cenderung lebih sensitif…oleh karena itu di obgin diajarkan pula bagaimana kita harus bersikap, memeriksa pasien dengan penuh penghargaan, menjaga kerahasiaannya…<br />
Juga tentang bagaimana menyampaikan kabar buruk bagi pasien…bayangkan saat seorang gadis berusia 22 tahun yang bahkan belum pernah punya pacar didiagnosis memiliki kista di kedua indung telurnya yang menjadikannya harus diangkat dengan konsekuensi dia tidak akan pernah punya anak…ato seorang ibu dengan 2 anak yang masih belia yang didiagnosis kanker leher rahim stadium 4 dimana kankernya sudah meluas ke berbagai organ lain dan untuk pengobatan dia harus menyediakan lebih dari Rp 25 juta…<br />
Juga berbagai anekdot konyol selama praktek kliniknya…misalnya pada saat harus memeriksa seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang mengaku mengalami keputihan setelah ditelusuri dia ternyata sudah beberapa kali berhubungan seks dengan pacar dan temen-temennya…jadi sempat miris dalam hati…nona tapi sudah tidak gadis…ah, memang tidak semua nona tu gadis…<br />
Obgin oh obgin…sejauh ini stase dimana ak paling banyak mendapat pengalaman klinis…partus normal bagai makanan sehari-hari, bayi sungsang, kembar, seksio caesarea yang seringkali kontroversial (baca blog-ku sebelumnya tentang seksio caesarea), kuret pasien keguguran, operasi tumor indung telur, Pap’s smear, …<br />
Meski lega udah lewat…tapi sedih juga meninggalkan stase ini…pdhl di tes psikologi tentang peminatan n potensi spesialisasi, obgin tu berada di urutan 32 dari 32 spesialisasi yang dianjurkan untukku..but, anything can change…setidaknya obgin berhasil membuatku terkesan…makes so much differences in my point of view bout women…</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enamseptember.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enamseptember.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=10&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2008/07/17/o-b-g-y-n/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stigma</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2008/05/31/stigma/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2008/05/31/stigma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 16:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini aku udah melewatkan minggu pertama di stase obgyn, tetapi baru sempat bikin flash-back tentang pengalaman yang kudapatkan di stase-ku sebelumnya, stase kedua setelah THT yaitu ilmu kedokteran jiwa atau lebih keren disebut psikiatri… Awalnya aku begitu bersemangat saat akan memasuki stase psikiatri, secara aku masih membawa euphoria koass baru, dan lagi ilmu jiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=12&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini aku udah melewatkan minggu pertama di stase obgyn, tetapi baru sempat bikin flash-back tentang pengalaman yang kudapatkan di stase-ku sebelumnya, stase kedua setelah THT yaitu ilmu kedokteran jiwa atau lebih keren disebut psikiatri…<br />
Awalnya aku begitu bersemangat saat akan memasuki stase psikiatri, secara aku masih membawa euphoria koass baru, dan lagi ilmu jiwa adalah favoritku dari sejak SMP (dulu sebenernya aku ogah jadi dokter, pengennya jadi psikolog…hehe). So i’m well prepared saat mo masuk psikiatri…aku udah berusaha melengkapi referensi bacaan, mulai dari buku wajib perpus psikiatri, &#8220;mahaguru&#8221; PPDGJ (Petunjuk Pedoman Diagnosis Gangguan Jiwa) dan Kaplan n Saddock yang filosofis, super berat n super tebal…terus, aku udah juga berguru pada konsultan pribadiku yang selalu setia tanpa jenuh menularkan ilmunya kepadaku,…pokoknya aku yakin sekali psikiatri bakal menjadi stase yang menyenangkan buatku.<br />
Pemikiranku itu boleh jadi berseberangan dengan sebagian besar teman-teman koass yang laen…biasanya para mahasiswa kedokteran yang begitu dekat dengan dunia ilmiah kurang menyukai ilmu jiwa yang terkesan &#8220;absurd&#8221;. Memang, jiwa tu ga kelihatan, jadi susah mempelajarinya…tetapi akhirnya kesulitan mempelajari itu diubah menjadi kesan bahwa ilmu jiwa itu tidak penting. Tentu pemikiran idealis menyatakan pendapat bahwa ilmu jiwa itu tidak penting adalah salah besar…tetapi kenyataannya tidak banyak dokter yang menerapkan pendekatan psikologis dalam hubungan terapeutik dengan pasien.<br />
Bukannya memiliki ide kebesaran, tetapi aku berniat mengubah persepsi bahwa ilmu jiwa itu tidak penting, dan aku berpikir kesempatannya adalah saat aku di stase psikiatri kemarin, dimulai dari kelompok kami.<br />
Ditinjau dari kegiatan sehari-hari di klinik…bole jadi stase jiwa adalah salah satu yang sangat permisif…meski ada jadwal jam kerja, ada agenda kegiatan hari itu (presentasi kasus, diskusi, baca buku, baca jurnal, dll), kegiatan poli dll…tetapi kenyataannya koass kurang bisa berpartisipasi dan kurang dikoordinir dalam kegiatan itu…contoh : saat presentasi kasus koass tidak punya hak bicara, di poliklinik koass hanya boleh memperhatikan pemeriksaan yang dilakukan dokter residen, saat jaga bangsal tugas utama koass adalah menjaga agar pasien tidak kabur…memang hal itu dilatarbelakangi kenyataan bahwa memang kami sudah dewasa, dan selain itu kami sudah dibekali seperangkat buku guideline untuk memandu kegiatan selama di bagian jiwa, sudah sepatutnya kami mengatur jadwal sendiri (kapan harus diskusi, perlu ikut presentasi kasus atau tidak, perlu ikut pemeriksaan ke poliklinik atau tidak, dll..) tetapi di sisi lain, rasanya kami dibiarkan tanpa arah, tidak diacuhkan, dan lebih parahnya  dianggap tidak eksis…<br />
Hal semacam itu tidak hanya terjadi saat kami di rumah sakit Sardjito tercinta, tetapi juga saat kami keluar kota, yakni ke rumah sakit jiwa Magelang. Aku sudah begitu bergembiranya saat tahu bahwa aku dapat jatah tugas kesana, RSJ Magelang termahsyur karena pelayanannya yang bagus, kapasitas yang besar, dan terutama wisma perawatan NAPZAnya. Tetapi kenyataannya, 5 kali mondar-mandir Jogja-Magelang, setiap disana kami dibiarkan lontang-lantung…Belom lagi saat nama baek almamater kami dihancurkan saat presentasi kasus di hadapan staff RSJ Magelang dan teman koass dari almamater laen, sakit hati tentu saja, karena selama disana pun kami tidak mendapatkan bimbingan yang adekuat, dibiarkan bekerja dengan sendiri, terserah apapun yang mau dilakukan…<br />
Atau memang demikiankah sistem pendidikan klinik? Koass diberi keleluasaan sebebas-bebasnya, meski tersesat, tanpa ada yang mendampingi dan mengingatkan, hanya berbekal referensi yang diminta mencari sendiri?? Kalau memang demikian, maka benar saja, koass perlu kematangan pribadi dan kemandirian ekstra…dimarahi dan ditegur karena melakukan kesalahan saat bertugas tu tidak lebih menyakitkan daripada tidak diacuhkan, dianggap tidak eksis, dianggap tidak punya peran, hanya merepotkan…<br />
Namun selaen segala keluh kesah di bagian jiwa, aku masih menyukuri kebahagiaan yang kurasakan pula : wisata kuliner (Kupat Tahu Pak Pangat, Ayam Kosek, Ayam Ninit, dan Soto Kudus di Magelang…Pesta seafood di pantai depok, de el el..), home visit bareng-bareng ke rumah pasien yang melatih rasa empati kami sekaligus membuat kelompok koass-ku ni menjadi semakin solid…maen pingpong bareng pasien di bangsal…nge-MC di acara games buat warga binaan di Panti Sosial Bina Karya…<br />
Akhirnya, setelah menyelesaikan tugas di stase jiwa…dengan berat hati aku merasa banyak yang harus dibenahi pada sistem pendidikan klinik di bagian jiwa. Rasanya jika pembenahan tsb tidak dilakukan maka citra ilmu kedokteran jiwa (psikiatri) yang kurang menarik akan terus menempel dan menjadi stigma di kalangan mahasiswa kedokteran. Tetapi buatku, ilmu jiwa tetaplah menarik dan sangat penting dipelajari,terlepas bagaimana cara kita mempelajarinya…guru kita tidak harus berwujud manusia berjas putih, tetapi juga adalah mereka yang dalam wujud pasien berseragam ungu di bangsal psikiatri, buku-buku koleksi perpus yang dipelajari turun temurun, dari teman-teman kita, bahkan dari diri kita sendiri…</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enamseptember.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enamseptember.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=12&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2008/05/31/stigma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Bernafas</title>
		<link>http://enamseptember.wordpress.com/2008/04/15/hak-bernafas/</link>
		<comments>http://enamseptember.wordpress.com/2008/04/15/hak-bernafas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 17:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda Hananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang dokter dan pemikirannya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enamseptember.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Menyaksikan seseorang merokok di tempat umum, mungkin jadi suatu pemandangan yang lumrah di masyarakat Indonesia. Kebiasaan merokok di Indonesia sudah merasuk ke berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan dsb. Aku tinggal di daerah yang mempunyai kultur merokok yang kental. Bukan karena terletak di pegunungan yang berhawa dingin, atau karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=21&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Menyaksikan seseorang merokok di tempat umum, mungkin jadi suatu pemandangan yang lumrah di masyarakat Indonesia. Kebiasaan merokok di Indonesia sudah merasuk ke berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan dsb.<br />
Aku tinggal di daerah yang mempunyai kultur merokok yang kental. Bukan karena terletak di pegunungan yang berhawa dingin, atau karena berada di sekitar pabrik rokok, tetapi semata-mata karena budaya. Penduduk di kampungku, memadang rokok sebagai komplemen bersosialisasi, sehingga kehadirannya selalu mewarnai acara-acara kenduri, resepsi kawinan, ta’ziah, bahkan sekedar teman nongkrong di pos kamling.<br />
Bapakku seorang perokok dan aku sudah menjadi perokok pasif sejak aku bayi, aku &#8220;bertugas&#8221; membeli rokok buat bapak, bermerek dj***m s*p*r sejak harganya Rp 750,- per bungkus hingga mencapai Rp 5.000,- per bungkus. &#8220;Tugas&#8221; ku itu berakhir bersamaan dengan perginya beliau untuk selama-lamanya, dan bukan menyalahkan, tetapi rokok kemungkinan besar jadi salah satu anggota persekongkolan jahat yang mengalahkan bapak.<br />
Pada waktu SMP, saat aku cukup aktif di organisasi sekolah (OSIS, Pramuka, dll) temen-temenku, yang meski pada waktu itu masih berusia belasan, adalah perokok aktif. Tidak peduli seberapa dalam saku harus dirogoh untuk mendapatkan satu-dua batang kenikmatan dari sisa-sisa uang jajan yang diberikan orang tua.<br />
Masa SMA dan kuliah pun tidak jauh berbeda, aku berteman dan bergaul pula dengan perokok aktif, hanya saja asertivitasku berkembang sedemikian rupa sehingga aku bisa meminimalisir paparan asap beracun itu.<br />
Namun, asertivitasku terusik kembali akhir-akhir ini. Jujur, aku bukannya membenci perokok, aku hanya tidak menyukai asapnya terpapar padaku. Merokok adalah hak asasi seorang manusia, mengingat ulama yang masih ragu untuk mengharamkannya, dan pedang hukum yang tumpul, maka  para perokok masih dapat berlindung di balik tameng HAM.<br />
Tinjauan medis yang selama ini jadi andalan untuk mematahkan argumen para perokok, karena memiliki penjelasan paling masuk akal, ternyata juga tak mampu membuat perokok bergeming.  Mau tau kenapa? Coba tengok di sekitar anda, apakah anda pernah melihat sendiri mereka yang berjas putih itu menghisap rokok dan mengepulkan asapnya kembali dengan nikmatnya? atau coba tengok kantin-kantin dan tempat makan di dalam dan sekitar RSUP Dr.Sardjito, anda akan dengan mudah menemukan &#8220;malaikat putih&#8221; itu tergelak mengepulkan asap. Saya mengenal beberapa dari mereka, dan bukannya marah, saya justru sedih melihat fakta itu. Saya melihat performa mereka di klinik, kampus, maupun forum ilmiah, dan itu membuat saya mengagumi mereka : saat mereka menangani pasien, memeriksanya dengan seksama dan memberikan pengobatan dan nasihat demi kesehatan pasiennya. Bukannya seketika jadi <em>ill-feel</em>, saat melihat orang itu merokok untuk pertama kalinya, saya justru bingung dan penasaran. Kenapa dia melakukan hal itu? Seingatku selama kuliah, tak terhitung berapa kali dijelaskan bagaimana rokok menjadi faktor risiko atas berbagai penyakit : cancer, penyakit kardiovaskuler, stroke, dll. Atau justru pelajaran2 itu layaknya butir-butir P4 yang dulu pernah kita hapalkan saat duduk di Sekolah Dasar tanpa tahu maknanya.<br />
Beberapa pakar psikologi pernah menyampaikan bahwa merokok bisa jadi suatu wujud perilaku obesesif kompulsif. Obsesif karena dilakukan karena adanya dorongan (obsesi) yang harus dilampiaskan, dan kompulsif karena hal itu dilakukan secara berulang-ulang. Jadi jangan keliru, gangguan jiwa bukan hanya dalam wujud seorang gila yang jalan-jalan telanjang di jalanan. Perokok aktif pun bole jadi sebenarnya mengalami gangguan penyalahgunaan tembakau (lihat Petunjuk Pedoman Diagnosis Gangguan Jiwa punya Indonesia atau DSM IV punya Amerika).<br />
Jadi menurut saya, jika anda seorang yang tidak merokok dan anda mengenal/dekat dengan seorang perokok aktif, jangan justru menjauhi mereka. Para perokok aktif adalah orang-orang yang perlu dibantu dan perlu dukungan.<br />
Sebagai koass yang sedang stase di psikiatri (hehehe…) berikut saya sampaikan sekelumit tips, apa yang harus kita lakukan untuk membantu temen-temen perokok (saya ambil dari buku Pedoman Pelayanan Kesehatan Mental di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer terbutan Departemen Kesehatan RI) :<br />
1. Bagi mereka yang ingin berhenti merokok sama sekali<br />
- Tetapkan target suatu hari untuk berhenti merokok sama sekali. Sebuah penelitian membuktikan bahwa menghentikan rokok sama sekali seketika lebih manjur untuk benar-benar berhenti merokok dibandingkan menghentikan secara bertahap.<br />
- Mencoba mengalihkan perhatian atas rokok ke aktivitas lain. Misalnya kebiasaan merokok setelah makan, dicoba diubah dengan membaca koran, dsb. Pemberian reward/hadiah atas pencapaian dalam menghentikan kebiasaan merokoknya mungkin perlu dipertimbangkan.<br />
- Pada awalnya perokok tentu akan cemas dan merasakan hal-hal yang tidak enak, tapi tanamkan kepercayaan bahwa itu semua akan bisa dilalui tanpa mencoba meredakannya dengan rokok.<br />
2. Untuk mereka yang sekedar ingin mengurangi kebisaan merokok<br />
- Tetap berikan semangat, setidaknya mereka memiliki kesadaran bahwa kebiasaan merokok tsb kurang baik (entah dari pertimbangan medis, ekonomis, sosial, dll) dan hargailah hal tsb. Dengan keinginan mengurangi ini proses menghilangkan kebiasaan merokok juga lebih mudah karena berasal dari niat perokok itu sendiri.<br />
- Tetapkan target. Misalnya berapa batang sehari yang ditolerir, atau hari-hari tertentu tanpa rokok sama sekali. Target ini dapat dievaluasi sekiranya perokok merasa bisa meneruskan usaha mengurangi kebiasaan merokoknya ke tingkatan lebih lanjut.<br />
- Langkah-langkah pengalihan perhatian dan hadiah (reward) dapat pula ditempuh.<br />
3. Untuk mereka yang belum mau berhenti merokok<br />
- Jangan mengungkapkan kekesalan atau ketidak-sukaan pada mereka. Yang kita perangi adalah rokok, para perokok tsb adalah orang-orang yang kita sayangi. Jangan memaksa, karena mari kita sadari bersama, beberapa orang dapat dengan segera menghentikan kebiasaan merokoknya, tetapi beberapa yang lain memerlukan waktu lebih lama.<br />
- Terus sampaikan hal-hal berkenaan dengan langkah-langkah berhenti merokok dengan cara-cara yang baik dan tidak menyinggung perasaan.<br />
- Hingga mereka memiliki niat berhenti merokok tetap perlakukan mereka dengan baik, seperti layaknya teman-teman dan orang-orang yang kita sayangi lainnya.</p>
<p>Mudah ditulis dan diucapkan tetapi susah dilakukan. Memang pada umumnya seperti itu persepsi kita begitu mendapatkan saran-saran psikologis. Tetapi buat saya pribadi, toh tidak ada salahnya dicoba. Semua demi kebaikan kita bersama.</p>
<p>NB : posting ini <em>specially dedicated</em> buat Airen-ku yang juga sangat <em>concern</em> soal rokok, semangat ya ngerjain penelitiannya!! dan buat Sari, temen wira-wiriku selama koass, aku salut buat asertivitasmu memperjuangkan hak bernafas bagi kita…semoga kalo kamu baca kamu bisa mengerti maksud posting ini…</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enamseptember.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enamseptember.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enamseptember.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enamseptember.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enamseptember.wordpress.com&amp;blog=6070916&amp;post=21&amp;subd=enamseptember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enamseptember.wordpress.com/2008/04/15/hak-bernafas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3feccf91c33ad3f631fa259824f26556?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">enamseptember</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
